Contoh Cerpen - Curhatan Dua Sejoli
Tika
dan Hani! sebut saja mereka dua remaja yang kekinian, mereka bersahabat sudah
lama sejak mereka masih duduk dibangku sekolah dasar. Tika dan Hani sudah saling
mengerti dan melengkapi satu sama lain. Tika cenderung yang lebih sering dekat
dengan lelaki dibandingkan dengan Hani yang sedikit acuh kepada lelaki.
Suatu
ketika disore hari, Tika dan Hani berada dipinggir jalan sambil ngemil dibangku
yang terbuat dari sebatang kayu. kata anak zaman sekarang si nogkrong dipinggir
jalan kaya orang-orang!. Dengan keramaian warga desa. Ditepi jalan berlalu
lalangnya kendaraan tanpa henti saling menjawab suara knalpot yang begitu
menggiung ditelinga.
Seketika
Tika memulai pembicaraan.
"Han,
aku pengen curhat sama kamu" ! ungkap tika memulai pembicaraan.
"Curhat
apalagi Tik? jangan bilang kamu mau curhat masalah cinta lagi! aku sudah malas
mendengarnya" ! jawab Hani kepada Tika.
"Aaahhh...
Han jangan begitulah,dengarkan dulu apa yang mau aku sampaikan, kali ini saja,
please" ! saut tika dengan nada memohon.
"Ah
sudahlah, ayo mending kita pulang" ! Hani berkata sambil beranjak dari
tempat duduk.
Suara burung gagak yang menandakan hari sudah mulai petang,
menggiring mereka untuk pulang kerumahnya masing-masing.
Keesokan
harinya, sekitar pukul 07:00 WIB Tika dan Hani kembali bertemu untuk berangkat
kesekolah berbarengan. Ya, memang Tika
dan Hani sudah bersama-sama sejak dulu dan sampe sekarang menginjak SMA, mereka
masih berbarengan.
Saat
sedang berjalan, Tika berbicara.
"Hannnn...
ayolah dengarkan curhatanku yang satu ini. kali ini saja, please" !
kata Tika untuk mengulangi pembahasan kemarin sore.
"Yasudah,
cerewet sekali kamu ini, memangnya ada apa" ? jawab Hani dengan sedikit
acuh.
"Jadi
begini Han, aku bingung sama perasaan aku sendiri, akhir-akhir ini aku ngerasa
takut tidak bisa baik-baik saja tanpa dia" ! kata Tika dengan penuh
kecemasan.
"Tik..
Tik.. kamu ini kenapa sih dari dulu masih saja seperti ini" ! jawab
Hani dengan raut muka keheranan.
"Maksudmu
gimana Han? emangnya ada yang salah dari aku" ? tanya Tika seolah-olah
ia tidak tahu apa yang salah darinya.
"Aku
kasih tahu ke kamu Tik, kamu itu sudah dewasa, kamu jangan terlalu bergantung
pada seseorang, ubah cara berpikirmu. Kau akan baik-baik saja tanpa dia, ubah
cara berpikirmu dan kau akan baik-baik saja" ! jawab Hani sesambil
memberi nasihat kepada Tika.
"Tapi
Han...." ?
belum selesai Tika berbicara, Hani sudah memotong
pembicaraan.
"Sudahlah Tik, kamu jangan terlalu tergila-gila oleh
cinta" ! ungkap Hani dengan sedikit mempercepat langkah kaki nya.
Tak terasa, akhirnya mereka sampai digerbang sekolah dan
mereka pun bergegas masuk ke sekolah sebelum pak satpam menutup pintu
gerbangnya.
mereka berdua masuk ke kelas dan mengikuti proses
pembelajaran pada hari itu sampai selesai.
Setelah terdengar bel sekolah berbunyi yang menandakan waktu
istirahat telah tiba.
semua murid bergegas untuk keluar kelas tak terkecuali Tika dan Hani.
Seperti biasa Tika dan Hani Pergi ke kantin sekolah untuk
sekedar duduk dan membeli makanan favoritnya.
Ya, sudah tertebak pasti akan ada perbincangan diantara
keduanya dikantin sekolah.
"Han, aku ngerasa tidak akan bahagia tanpa dia"
! kata Tika seakan-akan ingin memastikan semuanya.
"Tik.. Tik... kamu ini benar-benar susah dikasih
tahu" ! jawab Hani sambil geleng-geleng kepala dengan kunyahan makanan
dimulutnya.
"Lalu menurutmu aku harus gimana Han? aku bingung"
! Tika kembali bertanya dengan raut muka lemas.
"Tik dengerin aku ya, Kebahagiaan itu bukan datang
dari seseorang melainkan muncul dari dirimu sendiri, kebahagiaan berasal dari
pikiran. Aku kan sudah bilang berkali-kali kepadamu ubahlah cara berpikirmu"
! jawab Hani dengan kembali menasehati Tika.
"Aaaaaa... kamu memang sahabat terbaikku Han,
terimakasih selalu menasehatiku" ! ungkap Tika sambil memeluk tubuh
Hani.
"Sudahlah Tik lupakan dia dan mulailah kebahagiaanmu
sendiri dari sekarang" ! Hani menjawab sambil memeluk Tika juga.
Dengan keadaan masih berpelukan, tak terasa bunyi bel masuk
sudah tedengar. Tika dan Hani pun langsung membayar makanan kepada ibu kantin
dan langsung bergegas masuk ke kelas. Matematika adalah pelajaran terakhir
dihari ini sebelum pulang.
Setelah selesai, Tika dan Hani bergegas menggendong tas
ranselnya untuk segera pulang.
"Han, terimakasih ya kamu selalu menjadi orang yang
selalu mengingatkanku" ! kata Tika dengan linangan air dimata nya.
"Sudah seharusnya seperti itu Tik, kamu sudah ku
anggap saudaraku sendiri. Ayo kita pulang" ! jawab Hani sambil berjalan
menggandeng tangan Tika.
Akhirnya mereka pulang bersama-sama dengan senyum penuh
keceriaan, berlari-larian bergandengan tangan sambil tertawa ceria tanpa
memikirkan tentang dia ataupun cinta lagi. terik panas matahari disiang hari
itu mengakhiri keraguan Tika dan hari-hari selanjutnya kebahagiaan adalah miliknya.
Cerpen Karya: Erna Andriani
Komentar
Posting Komentar